Glico Wings Mulai Jual Produk Es Krim

(Jakarta) Glico Wings, perusahaan patungan Ezaki Glico dan Wings Group, perusahaan produsen makanan dan produk rumah tangga, mengumumkan peluncuran sejumlah merek es krim untuk pasar Indonesia, dengan kisaran harga mulai dari Rp 1.000 sampai Rp 12.000.


Ini merupakan basis produksi es krim pertama yang dikelola Ezaki Glico dengan mitra lokal di mancanegara, dan untuk tahap awal akan memproduksi empat merek, yang terdiri dari 16 varian rasa, dan menargetkan beragam segmen konsumen.


Sejumlah rasa yang disiapkan antara lain kacang hijau, yang populer dikalangan konsumen Indonesia, dan juga untuk tingkat kemanisan lebih tinggi dibanding es krim yang diproduksi di Jepang, sementara untuk rasa teh hijau sudah disesuaikan agar tidak terlalu pahit, yang ditujukan untuk membedakan dengan produk sejenis yang dibuat perusahaan lain.


Produk es krim Ezaki Glico ini rencananya mulai dijual di pasar modern dan mini market pada bulan Desember, dan juga di pasar tradisional.


Mengenai alasan memproduksi es krim di Indonesia, Executive Director Ezaki Glico Kusama Mikio,”Pembentukan perusahaan patungan ini sangat penting, karena Glico mempunyai kemampuan mengembangkan produk, dan melalui jalinan kemitraan dengan Wings Group yang mempunyai pemahaman mendalam tentang logistik dan juga jaringan penjualan, maka kami bersama –sama berupaya melakukan penetrasi pasar.”


Setiap tahun penjualan es krim di Indonesia terus tumbuh, dipicu meningkatnya jumlah konsumen. “Permintaan dari tahun ke tahun terus meningkat, dan jika melihat besarnya populasi, maka pertumbuhannya masih akan terus berlanjut,” ujar Kawashima Hidekazu, President Director Glico Wings Rabu (16/11).


Lebih lanjut Kawashima mengungkapkan sejumlah kendala yang dihadapi sebelum dimulainya produksi. “Butuh waktu agak lama untuk mendapatkan sertifikat halal dan melakukan pendaftaran produk, namun selanjutnya saya ingin segera memulai memperkenalkan merek ini ke para konsumen.”


Fasilitas produksi Glico Wings berlokasi di Karawang, Jawa Barat, dengan luas lahan 7 hektar, dan saat ini mempekerjakan sekitar 100 karyawan, dan direncanakan bertambah seiring dengan kenaikan volume produksi.