Lawson & Osoji Club Mulai Kampanye Buang Sampah Usai Makan

(Jakarta) PT Midi Utama Indonesia, perusahaan pengelola mini market Lawson di Indonesia, dengan Jakarta Osoji Club (JOC) mulai Senin (12/01) pekan silam melaksanakan kampanye “membuang sampah pada tempatnya” di tiga gerainya yang berlokasi di Jakarta Barat.


Dengan papan slogan dan stiker bertuliskan “Malu buang sampah sembarangan”, anggota club JOC berkeliling mengajak masyarakat sekitar untuk berfoto dengan papan slogan, dan menempelkan stiker slogan di tempat – tempat yang kemungkinan dijadikan tempat membuang sampah.


Kegiatan ini adalah realisasi dari rencana yang sebelumnya dibahas antara founder JOC Ashida Tsuyoshi, dengan Direktur Lawson Aihara Katsuhiko, tentang langkah yang harus dilakukan untuk mengurangi sampah kota, pada bulan November 2014.


"Di Indonesia kebiasaan membersihkan sampah sesudah makan belum dilakukan. Oleh karena itu, kami mensosialisasikan kegiatan ini kepada masyarakat. Kami merasa sangat senang jika melihat orang yang membuang sampah pada tempatnya. Rencananya sampai akhir bulan ini, di Jakarta Barat, di jalan Meruya selatan, dan kami akan mensosialisasikan kegiatan membuang sampah pada tempatnya di tiga gerai di kawasan itu,” ujar  Direktur Lawson ini.


Kampanye Lawson ini merupakan kegiatan pertamanya membersihkan sampah diluar Jepang. Lawson juga bahkan mempunyai slogan “hidup kota kita adalah kebahagiaan kita juga”.


Di setiap gerai Lawson sudah tersedia ruang untuk makan, dan di Lawson bahkan difasilitasi dengan meja dan kursi, juga di sediakan colokan untuk charge laptop atau handphone. Namun Pengunjung yang menggunakan tempat itu selalu meninggalkan sampah tanpa membuangnya terlebih dahulu, pada akhirnya pegawai konbinilah yang membersihkanya.


Pemasangan stiker dilaksanakan pada Jumat (16/01) malam hari, dan ditempelkan pada meja, jendela dan pintu ruang makan.


Selain itu, guna mendapat tanggapan dari pengunjung di tiga gerai Lawson yang melaksanakan kampanye, juga disebarkan angket yang Nantinya akan diminta di bagian kasir saat melakukan pembayaran.


Pertanyaan yang diajukan dalam angket antara lain “apakan anda setuju kebersihan toko?”, “apakah anda setuju jika pegawailah yang seharusnya membersihkan meja yang penuh sampah?”, “apakah menurut anda orang yang membuang sampah atas kesadaran sendiri itu keren?”, dan sebagainya.


Hasil dari penyebaran angket ini akan menentukan langkah selanjutnya dari JOC dan Lawson untuk mewujudkan Jakarta yang bersih.